Membangun Rumah dengan Kata

Fiksi adalah makanan saya dari kecil. Awalnya melahap buku kanak-kanak, komik, lantas maju ke novel segede gaban. Kalau zaman dulu makan harus ditemani buku, pun lagi lebaran di rumah nenek juga bawa buku. Memang anaknya doyan berkhayal, sehingga membaca khayalan orang lain tidak kalah asyiknya. Seandainya yah belajar kimia selahap membaca fiksi hahahah.

image

Lantas 2015 ini membawa saya ke museum kata pertama di Indonesia, karya dari Andrea Hirata, yang terletak di Belitung Timur. Museum yang didirikan di tahun 2015 ini penuh dengan kumpulan cerita, berita, foto , serta lukisan.

image

Tadinya ini adalah rumah milik Kepala Desa, lantas dibeli untuk dijadikan museum. Gerbang depan dihias dengan warna-warni yang menguatkan aroma Laskar Pelangi, begitu pula dengan ruang-ruang depan rumah tersebut. Ruangan depan berisi potongan cerita dan berita yang berkaitan dengan trilogi Laskar Pelangi. Memasuki ruang tengah adalah Kupi Kuli, dimana pengunjung bisa beristirahat sejenak setelah menyerap karya Andrea Hirata. Setelah kembali segar dan siap, di area belakang terpapar quotes maupun tulisan pendek dari sastrawan mancanegara. Di seberang terdapat sekelompok penceritaan tentang alam Belitong, yang saking kayanya dikeruk hingga tak henti-henti (nanti ada cerita menyusul terpisah hehe). Ada juga bangunan terpisah yang merupakan replika dari sekolah Laskar Pelangi.

image

Lucunya, saya hanya membaca satu karya Andrea Hirata, yaitu Laskar Pelangi. Dan saya jatuh cinta pada tulisan khususnya yang hanya dipertunjukkan di museum kata. Tulisan ini adalah perjalanan beliau saat diterima beasiswa ke Iowa, dan pergulatannya dengan keminderan beliau akan bahasa dan perbedaan sudut pandang dengan penulis lain. Mereka itu terlalu ribet, karya mereka seakan-akan pertaruhan segalanya hingga membuat stress, sedangkan beliau menulis untuk bersenang-senang. Salah satu cuplikannya adalah “Kawan, tidaklah bisa menjadi penulis jika tidak narsis.”

Akhir kata saya harus kembali lagi, sama kamu pastinya. Well, kamu bisa menyesap kopi khas Manggar sembari saya membaca satu persatu tulisan yang tak sempat terbaca hari ini. Tapi rasanya kamu akan menemani, secara kita betah sekali berdiri membaca gratisan di toko buku 🙂

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s