Belajar Analisis Teknikal Part 1: Trendline

Bank Mandiri (BMRI)

Ini adalah price chart BMRI dari awal tahun 2019 hingga 2020. Jenis chart di atas adalah candlestick. Nah, untuk mempermudah analisis kita sebagai pemula, mari diubah dulu menjadi line chart.

Fiuh, dengan line chart terlihat lebih simpel dan sederhana ya šŸ™‚ Next, kita akan akan menentukan trend apa yang sedang berlangsung di BMRI. Untuk membantu kita meng-analisis trend, kita bisa menggambar dua garis secara manual, atau pakai tools channel untuk menggambar dua garis tersebut secara dengan lebih cepat.

Lihat 3 garis kuning di sebelah kiri? Berikut adalah tarikan garis trend dari dua harga closing terendah (dalam lingkaran biru). Garis 1 disebut sebagai garis resistance dan garis 3 sebagai garis support. Garis 2 bisa kita sebut sebagai median. Dari tarikan ini, bisa kita simpulkan ada bullish trend selama 2 bulan atau jangka menengah. Namun, trend ini berakhir saat harga menembus garis nomor 3, yakni garis support (dalam lingkaran merah). Saat harga menembus garis support, maka berakhirlah bullish trend tersebut.

Dikarenakan adanya indikasi trend yang menurun (bearish), maka sekarang kita menarik garis dari dua puncak harga teratas (dalam lingkaran biru). Bearish trend ini hanya berlangsung selama 3 minggu, sebelum akhirnya harga kembali menembus garis resistance (garis 1).

Kita tarik kembali garis bullish trend dari dua harga terendah yang dilingkari warna biru. Pada fase ini, BMRI sempat mencapai harga tertinggi di Rp8.175 per lembar. Setelah itu, terjadi aksi profit taking alias para pelaku saham mengambil keuntungan dari harga yang tinggi ini sehingga harga kembali menurun dan memasuki bearish trend.

Wah, bearish trend yang cukup panjang ya, karena ini berlangsung selama 3 bulan lamanya, bahkan menyentuh harga terendah Rp6.275 per lembar. Hingga akhirnya, BMRI kembali break resistance dan mulai mendaki bullish trend.

Akhirnya, bullish trend yang kita tunggu-tunggu datang juga! Jika kita membeli saham BMRI pada saat break resistance di harga Rp6.825 tanggal 23 Oktober, lalu membeli kembali di harga yang sama di tanggal 29 November 2019, maka kita masih bisa hold hingga harga Rp7.800 di pertengahan Januari 2020 dan tinggal menunggu saat yang tepat untuk keputusan berikutnya.

Oke. Itulah hasil analisis trend line pada BMRI. Sepanjang tahun 2019, terdapat lima major trend yang bisa kita lihat, yakni 2 bearish dan 3 bullish. Kuncinya adalah menganalisis dimana break trend akan terjadi dan segera mengeksekusi beli atau jual saat tandanya terlihat.

Masih ingin belajar lagi? Yuk kita lihat saham Aneka Tambang (ANTM) dan Unilever Indonesia (UNVR) di halaman berikutnya.

One thought on “Belajar Analisis Teknikal Part 1: Trendline

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s