Good Bye, RATA.id

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan nyawa untuk menulis tentang RATA, akhirnya menjelang akhir tahun ini aku bisa juga menelurkan tulisan yuyur aka honest review. Sebelumnya, aku pernah menuturkan fase PDKT-ku dengan RATA yang berkisar dua bulan lamanya. Waw, cukup panjang ya. Ini karena keadaan gigiku yang cukup kompleks dan beragam miskomunikasi yang terjadi pada internal RATA. Untuk lengkapnya, boleh baca review di bagian 1 ini ya.

Setelah aku mencari second opinion dari dokter RATA di booth Central Park, admin RATA kembali menghubungi aku via Whatsapp. Aku langsung menyatakan untuk ingin cek dengan drg. Kartika yang aku temui di Central Park tersebut. Berhubung saat itu sudah mendekati hari libur, maka aku dijadwalkan untuk konsultasi offline dua minggu kemudian di klinik Patal Senayan (sesuai pilihanku dan jadwal drg. Kartika).

Senin, 27 Januari 2020, 17.00 WIB
Pada hari H, datanglah aku ke ke klinik dan lapor ke reception untuk bertemu dengan drg. Kartika pukul 4 sore. Lucunya, Mbak di reception bilang drg. Kartika tidak dijadwalkan berada di Patal Senayan dalam bulan itu. APAAAAAAAAA?! Wah, zonk lagi aku dong dikerjain sama admin Whatsapp RATA…. Tapi, beruntunglah aku ditemui oleh dokter gigi yang familiar, yakni drg. Gesy. Yes, it’s her! Jika teman-teman ingat, beliau lah yang namanya digunakan untuk membalas Whatsapp pada kali pertama.

Lantas, curhat lah aku dengan panjang lebar (selama 2 menit doang sih hahahah). Lalu, drg. Gesy menyarankan untuk rontgen panoramic untuk melihat panjang akar gigiku. Gigiku yang goyang ini memang dikarenakan dua hipotesis: (1) akarnya yang memendek karena pemakaian braces zaman dahulu kala; atau (2) gigi bawah terbentur oleh gigi bagian atas. Rontgen panoramic ini bisa dilakukan di rumah sakit besar atau klinik gigi. Aku disarankan untuk melakukannya di RS karena kualitas rontgen yang lebih baik. Untuk melaporkan hasil rontgen via Whatsapp saja dan tidak perlu datang kembali ke klinik RATA.

Rabu, 12 Februari 2020
Aku melakukan rontgen panoramic di RS Premier Bintaro seharga Rp550 ribu yang hasilnya bisa langsung dibawa dalam waktu 5 menit kemudian. Ya, yang lama itu bukan rontgennya, tapi mencari waktu untuk ke RS hahahah. Rontgen panoramic di RS Premier Bintaro sangat cepat dengan hasil yang memuaskan! #bukanendorse

Langsung kukirimkan foto rontgenku ke via Whatsapp, dan dimohon kesediaannya untuk menunggu review dokter.

Rabu, 19 Februari 2020
Seminggu setelah rontgen, admin RATA chat dan menanyakan kesediaanku untuk melanjutkan proses alignernya. Lha… memang gimana bacaan hasil rontgenku? Kata dokter piye? Memangnya pertanyaan-pertanyaanku sebelumnya sudah terjawab? Zzzzz.

Setelah aku jelaskan duduk perkaranya kembali kepada admin RATA, akhirnya dijadwalkanlah aku untuk konsultasi online dengan dokter dari RATA perihal pergerakan gigiku ini. Setelah beberapa kali reschedule, akhirnya ketemu waktu yang pas di 5 hari kemudian.

Senin, 24 Februari 2020
Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. The Final Countdown. Babak penentuan setelah berbulan-bulan mencari jawaban. Aku bertatap muka kembali dengan drg. Reva, yakni dokter yang pertama menangani aku saat pertama kali aku datang ke klinik RATA di Patal Senayan.

Tanpa berbasa-basi panjang, beliau melihat tidak ada masalah dengan akar gigiku, tidak ada perpendekan akar. Namun, gusi yang turun menjadi kekhawatiran utama, sehingga drg. Reva tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk tidak menggerakkan gigi bawahku sama sekali. Di akhir sesi, drg. Reva mengingatkan untuk bersyukur karena tulang buatan pengganti gusiku masih utuh dan tetap pada tempatnya.

Tak lama setelah online meeting berakhir, aku langsung memutuskan untuk tidak menggunakan RATA sama sekali. Alasan utamanya karena aku menyimpulkan bahwa aku bukanlah orang yang membutuhkan jasa RATA. Tapi dari pengalaman ini, aku bisa menarik beberapa poin penting:

  1. Aligner RATA cocok untuk kalian pemilik gigi sehat alias berakar gigi kuat. Meluruskan susunan gigi menjadi bentuk ideal membutuhkan force yang cukup kuat meskipun menggunakan plastik transparan, sehingga keadaan akar gigi harus kuat untuk menghadapi tekanan tersebut. Sama saja seperti behel atau metal braces.

  2. Untuk pemilik gigi goyang dsb, yaudah terima saja keadaan susunan gigi yang ada sekarang. Baiknya, fokus untuk mempertahankan jumlah gigi selama yang kita bisa.

  3. Sebelum melakukan transfer down payment (DP) atau uang muka, baiknya konsultasi dulu saja dengan dokter gigi di RATA atau dokter gigi pilihan kalian ya. Jadi, nggak buang-buang uang seperti aku yang langsung DP saking impulsifnya. Menurutku, keputusan deal or no deal ini baiknya dilakukan setelah kamu ketemu dengan dokternya langsung, bukan via admin Whatsapp untuk menghindari miskomunikasi seperti kasusku. Jangan malu-malu untuk rewel yah, karena yang tahu kondisi gigi kamu itu cuma dokter gigi dan kamu sendiri, bukan admin Whatsapp.

  4. Sebaiknya lakukan juga rontgen panoramic untuk melihat keadaan gigimu yang sebenarnya sebelum deal perawatan gigi, apalagi behel dan aligner! Cetak gigi manual maupun yang canggih dengan kamera mikro sekalipun tidak akan bisa melihat keadaan yang sebenarnya di dalam gusi kamu. So please, spend a bit money before spending more money! Better safe than sorry 🙂

  5. Terakhir, rajin-rajin lah kepo untuk keadaan gigimu. Perawatan di rumah dengan sikat gigi 2x sehari disertai dengan flossing dan berkumur (di samping perawatan ke dokter gigi selama 6 bulan sekali) sangat penting untuk merawat gigimu sampai hari tua loh. Mau kondisinya rapi atau berantakan, ingatlah bahwa gigi asli lebih baik daripada gigi palsu. Jadi, baik-baik sama gigimu ya! 😀

Sekian kesimpulan petualanganku dengan RATA yang menurutku berakhir dengan cukup bahagia, karena akhirnya aku legowo untuk menerima diriku seperti apa adanya ini, hehehe. Tulisan ini dibuat untuk sebagai opiniku agar teman-teman pembaca bisa mendapatkan sudut pandang lain dalam pencariannya. Balik lagi, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata. Mohon maaf jika ada perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan. Kritik dan saran bisa dilayangkan di comment box maupun email. Terima kasih 🙂

Salam hangat,
Farah

25 thoughts on “Good Bye, RATA.id

  1. Terimakasih. Mencerahkan sekali.
    Bukannya pakai RATA ga bagus tapi kita harus tau kondisi diri kita ya..
    setidaknya rontgen dlu..siip Mkasih ya…
    tadinya mau buru2 dp karena habis masa promo ..
    yg penting harus sabar satu2 dijalani..
    Sekali lagi mkasih

    Like

  2. Terimakaasih kak infonyaaa. Jadi kalo di rata itu dokternya bukan ortodontist ya ka? Saya mau coba tapi kayanya gigi saya terlalu berantakan dan masih ragu apakah rata ditangani sama ortodontis atau bukan..

    Like

    1. Sama-sama, Niana! Sampai sekarang, aku masih belum yakin terkait spesialisasi dokter yang ada di RATA. Aku juga luput untuk tanya ke dokternya saat konsultasi offline di klinik. Menurutku penjelasan di website RATA juga kurang jelas karena hanya menyebutkan: “Team dokter gigi dan specialist akan membuat rencana perawatan dan akan memonitor perawatan alignermu”. Nah kalau kamu mau coba konsultasi gratis, langsung tanyakan ke dokternya yah apakah mereka orthodontist atau dokter gigi umum. Biar ga penasaran sebelum memutuskan, hehe.

      Terima kasih sudah mampir kemari 🙂

      Like

  3. untung sempet baca ini dulu sebelum lgsg DP.. makasih ceritanya kak Farah, sangat jelas dan detail.. mending behel pada umumnya aja deh dan konsultasi lgsg ke ortodonti..

    Like

    1. Hai kak, aku telat baru baca juga artikel ini,
      Uda downpayment jg dgn promo 4,5juta ,
      Apa kakak tetap melanjutkan perawatan RATA?

      Like

  4. Terima kasih ya atas sharing pengalamannya. Ini sangat membantu sekali.

    Di tengah pandemi ini saya tertarik dgn Rata dan menghubungi whatsappnya. Si Ratih ini sering typo dan kurang paham penggunaan tanda baca sepertinya hiks.

    Ratih malah menginfokan kpd saya bahwa tidak ada konsultasi offline. Jadi setelah pembayaran, konsul online, kemudian langsung cetak gigi. Aneh banget. Langsung saya batalin.

    Like

    1. Hai Kak Nadia! Waduh.. sayang sekali yah karena banyak typo jadi kelihatan tidak profesional.. Naah benar banget kak, kita tetap butuh tatap muka dengan dokter yah. Apalagi cetak gigi itu perlu dilakukan oleh tenaga ahli (bukan diri sendiri karena akan banyak errornya).

      Anyway, terima kasih sudah menyempatkan mampir dan berbagi pengalaman juga! 🙂

      Like

  5. Wahh kak farah, saya jg takut nih mau dp, pengen konsul dulu, tp kata wa harus dp dulu baru bisa konsul .-. Berasa beli kucing dalam karung.
    Mana dari awal saya gak diminta foto gigi dan jawab pertanyaan pula ..

    Like

    1. Waduh, baiknya minimal lihat foto gigi dan isi kuesioner.. Step ini pun juga bukan jaminan bahwa perawatannya akan cocok, apalagi jika tidak dilakukan. Boleh berkabar lagi yah Vivi kalau ada progress, hehe

      Like

  6. Hai kak farah, makasih banyak honest reviewnya. Aku mau tanya dong, dp kakak waktu itu udah hangus waktu kakak batalin? Atau bisa refund? Aku juga agak ragu nih jadinya;( soalnya gigi akutuh emang berjejal banget:(

    Like

    1. Halo Yoan. Kebetulan aku ga minta DP balik (sudah terlanjur lelah jadi malas debat lagi hahah). Tapi ada pembaca lain yang komentar tentang ini, beliau sudah bayar full tapi dipotong biaya video 3D sebesar 1jt saat refund.

      Like

  7. amat sangat ngebantu artikelnya. Iklan Rata amat menarik dengan harga yg tdk ekonomis. Untung baca artikel ini jd ga lngs DP. Awalnya seharga 7.5jt, sy tanya2 yg jwb ratih minta buru2 lockpromo tp sy tunda dulu. Baru kemarin sy meyakinkan utk OK pake rata ke ratih pas ada promo 4.5jt pas WA harga berubah jd 4.7jt ko beda harganya? ratih bilang kl mau dpt hrg 4.5jt malam ini lngs bayar full ke rekening Rata supaya dpt harga yg saya mau. Jadi tambah aneh n bikin jadi khawatir ini beneran ga sih? Ko bisa mainin harga. Terima kasih banyak artikel farah, krn detail sekali menulis artikelnya terutama jelasin masalah gigi dllnya

    Like

  8. Thanks banget reviewnya Kak.
    Mau share pengalaman, buat pembaca lain.
    Beberapa waktu lalu saya kontak CS RATA utk konsultasi keluhan. Disuruh kirim foto gigi, lalu keluar analisis dibilang bisa pakai RATA. Lalu si Ratih langsung nawarin promo diskon hari itu langsung bayar 8jt (asalnya 12,5jt). Di sini saya mulai aneh. Kok customer tidak diencourage utk datang konsultasi ke drg dulu, baru bayar. Saya padahal bilang, sy baru bisa ke drg bbrp bulan di depan. Ehh tetep ditawarin promo buat langsung bayar hari itu. Alhasil, saya tolak promonya dan bilang mau konsul ke drg biar mantep. Sy sekarang juga lg cari2 penyedia invisalign lain di Indo. Nemu beberapa yg kelihatannya oke dan trusted.

    I support your statement kak. Sbg customer harus yakin bener konsultasi ke drg orthodentist. Thanks reviewnya sekali lagi! 🙂

    Like

  9. kak farah, konsultasinya itu harus booking dulu ya melalui ratih? lebih baik datang ke booth rata atau ke kliniknya langsung ya kak? R.S.V.P please, thank you

    Like

    1. Hai Jessa. Dikarenakan pandemi, mungkin ada beberapa hal yang berbeda dalam booking konsultasi. Kalau aku dulu, booking WA lalu konsultasi, nggak bisa langsung ke klinik. Tapi kalau ada pop-up booth di mall, bisa tuh langsung konsultasi disana jika ada dokternya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s