5 Tips Cool Sugar Waxing di Rumah

Hai! Kali ini aku mau berbagi tips menggunakan cool sugar wax yang sudah aku gunakan sendiri di rumah selama 3 tahun lamanya. Jadi ini benar-benar pengalaman suka-duka dalam mencabut rambut di sekujur tubuhku, seperti ketiak, kaki, hingga bikini line. Rambut di tubuhku ini cenderung cepat tumbuh, dalam 2 hari setelah bercukur sudah ada tunas-tunas rambut yang muncul. Huhu, lelah dan kasihan juga kulitku dicukur terus menerus dengan frekuensi tinggi. Berbekal pengalaman tersebut, mulailah aku mulai mencari info tentang waxing sebagai alternatif cukuran.

Waxing di salon atau wax shop itu harganya cukup menguras kantong untuk perawatan rutin. Misal, dengan jadwal waxing sebulan sekali untuk bagian ketiak dan kaki saja, menghabiskan sekitar 140 ribu rupiah untuk area basic waxing (ketiak dan betis kaki). Aaa, jiwaku yang hemat ini menjerit-jerit. Tapi ada juga opsi waxing di rumah dengan cool sugar wax. Harganya beragam dengan range 40-50 ribu rupiah per 250 mL. Murah kannn dibanding waxing di salon. Cool sugar wax sebanyak seperempat liter ini dapat digunakan selama 3-6 bulan, tergantung banyaknya area yang dioleskan serta frekuensi pemakaian. Aplikasinya juga mudah karena sugar wax tidak perlu dipanaskan. No rempong! Waxing juga merupakan salah satu langkah ramah lingkungan, dimana kita bisa mengurangi sampah plastik dari pisau cukur sekali pakai.

Jadi, sudah bulat ya tekadnya untuk mulai waxing? Berikut tips untuk memilih cool sugar waxing, tahapan waxing, serta perawatan setelah waxing. Check it out!

  1. Memilih cool sugar wax
    Cukup banyak merek cool sugar wax yang wira-wiri di media sosial dan marketplace, maka jadikan review pembeli sebelumnya sebagai petunjuk untuk membeli cool sugar wax pertama kamu! Aku sudah tiga tahun masih memakai LZ cool sugar wax. Selain dari review positifnya, aku memilih LZ karena harga per gramnya lebih ekonomis daripada merek cool sugar wax lainnya di marketplace, serta spatulanya yang besar dan nyaman digenggam. Biasanya, cool sugar wax menyertakan 10 kain strip dan 1 spatula yang bisa digunakan berkali-kali setelah pemakaian, tinggal direndam dan dibilas dengan air.

    Varian LZ cool sugar wax bermacam-macam. Ada yang original lemon, kopi, hingga matcha. Sampai saat ini aku baru mencoba varian original dan kopi. Menurutku, varian kopi lebih pekat daripada original sehingga sedikit lebih sakit saat dioleskan, namun cenderung lebih awet dan tahan lama untuk disimpan di suhu ruang. Menyimpan cool sugar wax ini tidak repot, cukup di suhu ruang saja. Justru jika disimpan di dalam lemari pendingin, gula di dalamnya mengeras menjadi kristal dan kualitasnya akan menjadi berbeda ketika akan digunakan kembali. Selain itu, pastikan botol kaca bersih agar tidak ada semut-semut yang mengganggu.

  2. Memilih waktu yang tepat untuk mencabut rambut
    Bagi wanita dengan tingkat hormon yang berubah-ubah setiap siklusnya, memilih waktu yang tepat untuk waxing sangatlah penting. Tubuh menjadi lebih sensitif saat siklus haid, bahkan seminggu sebelum dan setelah datangnya tamu bulanan tersebut. Aku cenderung menghindari waxing di kisaran siklus haid, tapi dari artikel-artikel yang aku baca, waxing saat haid sebenarnya tidak masalah.

    Suhu tubuh juga berpengaruh pada keefektifan sugar wax ini. Dari pengalamanku, suhu tubuh yang cenderung sejuk adalah poin yang tepat jika ingin melakukan sugar waxing di rumah. Suhu tubuh yang hangat akan menyebabkan cairan gula menjadi lebih encer dan tidak menempel ke rambut dengan maksimal. Waktu favoritku untuk sugar waxing adalah pagi hari setelah bangun tidur 🙂

  3. Persiapkan tubuhmu sebelum berperang
    Sebelum melakukan sugar waxing, pastikan kondisi kulit bersih dan tidak berminyak. Amannya, bersihkan badan dengan sabun lalu bilas hingga bersih. Untuk memastikan kulit benar-benar bebas dari minyak dan air, bisa taburkan bedak bayi di atas area kulit dan pastikan rambut-rambutnya tertutup dengan bedak.

  4. Ikuti instruksi pada brosur sugar wax dengan benar dan seksama
    Berbeda dengan waxing lilin panas, cool sugar wax ini diaplikasikan dalam keadaan sejuk alias tidak perlu dipanaskan kembali. Cara pengaplikasiannya ke kulit pun juga berbeda, dimana sugar wax harus dioleskan berlawanan dengan arah tumbuhnya rambut. Misalnya, arah tumbuh rambut di kaki itu ke arah bawah, maka sugar wax dioleskan ke arah atas. Setelah dioleskan, area tersebut ditutup selembar kain dan ditekan-tekan selama 10 detik. Lalu, cabut kain searah dengan tumbuhnya rambut.

    Ketebalan olesan juga perlu diperhatikan. Jika olesan terlalu tebal ataupun tipis, kain akan terasa kurang mencengkeram karena terhalang oleh cairan sugar wax itu sendiri. Ini sangat penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, misalnya rambut tidak tercabut padahal sakitnya tetap berasa. Duh, malas banget kan 😥

  5. Perawatan setelah sugar waxing
    Jangan kaget ketika bintik-bintik merah muncul pada kulit sesaat setelah melakukan sugar waxing. Kulit dalam keadaan kaget dengan tindakan barbar tersebut, sehingga perlu ditenangkan dengan benar. Cara paling efektif adalah membilas kulit dengan air dingin atau suhu ruangan, pun sekaligus membersihkan sisa-sisa gula yang menempel. Tidak perlu pakai sabun lagi karena sifat kimiawi gula memang larut dalam air.

    Hindari aplikasi bahan kimia seperti lotion maupun deodoran hingga 2 hari setelah waxing karena bisa membuat kulit menjadi iritasi. Dianjurkan juga untuk scrubbing rutin untuk mengangkat sel kulit mati dan membuka jalan baru untuk akar rambut tumbuh kembali. Jika tidak scrubbing, biasanya muncul situasi ingrown hair, dimana rambut tidak bisa keluar ke lapisan paling atas sehingga rambut akan tumbuh di dalam. Ini sakit loh, jadi please harus dirawat baik-baik kulit mulusmu.

Sekian tips mencabut rambut tubuh dengan cool sugar wax, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang akan mencobanya. Memang sakit di awal, tetapi sebanding dengan hasilnya serta lebih ramah lingkungan. Kalau aku sih ketagihan, hehe. Trust me, it’s worth it! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s