Cap-cip-cup: Memilih Oven Oxone

Hai! Kali ini aku mau bahas tentang pemilihan oven listrik untuk kegiatan panggang memanggang di rumah. Sebelumnya, aku selalu menumpang oven tua ibuku yang bermerek Cosmos. Saking tuanya, elemen pemanas di bagian bawahnya sudah tidak berfungsi dan sempat nyetrum saat dicolokkan ke stop kontak. Berhubung kegiatan baking-ku mulai padat apalagi di masa kerja dari rumah, kuputuskan untuk membeli oven listrik baru untuk di rumah.

Disini memang aku khususkan untuk membahas oven merek Oxone. Aku sempat melirik oven merek lain seperti yang sedang naik daun di media sosial (Mito dan Signora), merek yang sudah dikenal lokal (Sharp dan Cosmos), bahkan merek yang mencoba peruntungan seperti Idealife. Tapi untuk pembelian oven pertamaku, aku condong ke merek yang memiliki after-sales service yang mumpuni dan memiliki ulasan pelanggan yang bagus dalam rentang waktu yang panjang. Maka dari itu, aku memilih oven Oxone dengan pertimbangan di atas.

Memilih tipe dan fungsi oven sangatlah njlimet, apalagi kita juga harus memikirkan daya listrik yang akan dihabiskan saat kita menyalakan oven. Disini, aku menyarankan teman-teman untuk memprioritaskan kebutuhan yang diutamakan; baik rendah watt, kapasitas panggang, fungsi tambahan, hingga ruang penyimpanan (ini juga penting, jangan beli kalau ga ada tempatnya di rumah).

Sekarang aku akan menjabarkan hasil riset online dan serta review dari pemakaian oven pilihanku ini, diurutkan berdasarkan kapasitas liternya. Sumber informasi dari website Oxone World, Oxone Indonesia, toko online resmi Oxone, serta distributor lainnya di marketplace.


  1. Oven Oxone 12L, 500 watt
OX-828, 12 Liter, 500 watt

Paling kecil di antara keluarganya, oven OX-828 12 Liter ini memang dijuluki oven toaster, dimana fungsinya memang berfungsi untuk buat roti bakar, yaa paling banter panggang cookies dan cake. Watt-nya juga kecil, 250 watt untuk satu pemanas. Jika pakai dua elemen panas (atas-bawah), maka totalnya menjadi 2 x 250 watt = 500 watt. Oven ini tidak ada pengatur suhunya, hanya ada timer dan pengatur sumber panas. Oh ya, area pemanggangan sebesar 25 x 20 x 20, cukup untuk loyang mini.

2. Oven Oxone 18L, 800 watt
Oven ukuran 18 Liter ini menjadi pilihan yang menarik untuk baker pemula, karena fiturnya mencukupkan hampir segala kegiatan baking. Nah, Oxone memiliki ragam yang cukup luas di kelas 18L, mulai dari OX-858, OX-858BR, dan yang terbaru OX-8818.

Dua seri pertama, 858 dan 858BR, sebenarnya memiliki penampakan yang mirip, namun terdapat fungsi yang membedakan mereka berdua. Seri 858 digadangkan memiliki fitur 2-in-1, walaupun sebenarnya aku bingung apa fitur tambahannya selain kegiatan memanggang dengan loyang (Oxone, help please). Sedangkan seri 858BR dinamakan 4-in-1 karena ada tambahan dari seri 858, yakni rotisserie atau panggang ayam dengan metode berputar serta upper grill pada bagian atas oven.

Walaupun seri 858 ini sama-sama menggunakan material stainless steel, tapi OX-858BR cenderung lebih berat dibandingkan saudaranya (9 kg vs 7 kg), dikarenakan fitur-fitur tambahan yang telah disebutkan di atas. Berbeda dengan Oxone 12L, oven tipe 18L ke atas ada pengatur suhunya, selain pengatur waktu dan pengatur sumber panas. Please note, kedua seri 858 ini tidak ada lampu di dalam oven.

Oke, sekarang lanjut ke keluarga 18L lainnya yakni OX-8818, atau disebut Master Oven Mini Series. Pilihan fungsi oven ini ga aneh-aneh alias simpel aja: api atas, api bawah, dan api atas-bawah. Seri 8818 ini menggunakan material galvanis, yang sebenarnya sama saja dengan stainless steel dari segi kualitas dan efektivitas menghantarkan panas, namun perbedaan material ini mengakibatkan oven lebih berat massanya. Jika dibandingkan, OX-858 dengan stainless steel beratnya hanya 7 kg, sedangkan OX-8818 dengan material galvanis 12 kg. Sisi positifnya, seri 8818 memiliki lampu di dalam oven, jadi nggak perlu intip-intip pintu kaca oven sampe leher encok.

3. Oxone 25L, 1.100 watt
Oven OX-7725 25 Liter ini termasuk dalam Eco series, yang entah maksudnya ekonomis atau ramah lingkungan. Jika Eco artinya imut unyu, maka aku setuju karena seri ini memiliki warna pastel sakura pink dan baby blue, suatu terobosan yang cerah dibanding saudara-saudaranya yang cenderung berwarna hitam-putih. Oven Eco series ini memiliki tiga pilihan fungsi: api bawah saja, api atas-bawah, serta rotisserie. Mungkin untuk teman-teman yang memerlukan api atas saja, triknya bisa menyalakan fitur rotisserie tanpa memasang besi pemanggang yang berputar itu. Plus point: terdapat lampu di bagian dalam oven.

4. Oxone 28L, 1.000 watt
Untuk oven 28 Liter, Oxone hanya merilis fitur 4-in-1 yakni OX-898BR atau Jumbo Oven. Spesifikasi dan fungsi sama seperti adiknya si OX-858BR 18L, ukurannya saja yang lebih besar.

5. Oxone 30L, 1.300 watt
Oven seri OX-8830 ini termasuk dalam Master series yang memiliki fitur rotisserie. Walaupun dikatakan seri Master, aku belum menemukan informasi material yang digunakan untuk tipe 8830 ini, apakah sama dengan adiknya 8818 yang terbuat dari galvanis? Ada empat fungsi pada kenop oven: defrost (mode convection + lampu menciptakan hawa hangat untuk mencairkan makanan), bake/roast (api atas-bawah dengan kipas convection), rotisserie, dan roast (api bawah saja). Menurutku, mode defrost ini bisa digunakan untuk proofing adonan roti karena hawa hangatnya cocok untuk mengembangkan roti lebih cepat. Namun, perlu dicek kembali ya berapa suhu aktualnya šŸ˜‰

6. Oxone 42L, 1.500 watt
Oven berkapasitas 42 Liter dengan nomor seri OX-8842 ini termasuk dalam Master Series. Fiturnya 4-in-1 sama seperti OX-8830 di atas.

6. Oxone 52L, 1.600 watt
Ini dia, oven bagong di antara rangkaian oven Oxone, aka OX-899RC Professional Giant Oven. Dengan kapasitas 52 Liter, oven ini memiliki fitur convection dimana terdapat kipas di dalam oven untuk memanggang produk yang memerlukan perlakuan khusus, seperti crusty bread maupun pastry. Terdapat juga fitur rotisserie seperti adik-adiknya di atas.

Dari ulasan yang aku baca di Youtube, kesulitan utama para baker adalah menyesuaikan kebutuhan mereka dengan oven ini. Adanya kipas convection membuat panas di dalam oven lebih merata, sehingga bagian atas produk yang sedang dipanggang akan lebih cepat kering. Padahal, produk-produk yang lembut seperti cake dan roti manis kurang cocok jika menggunakan oven convection. Tapi kapasitas oven listrik raksasa ini memang asyik untuk memanggang dua tingkat sekaligus, cocok untuk produk cookies dan pastries. Tinggal tambah trik tukar loyang agar keduanya mendapatkan panas yang sama.


Fiuh, sekian kumpulan oven-oven Oxone yang ada di jagat online. Walaupun mereknya sama-sama Oxone, tapi setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kita. Selain kapasitas listrik dan luas area panggang, hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  1. Bagi sebagian orang, memiliki lampu di dalam oven adalah hal yang sangat krusial. Semakin besar dan dalam suatu oven, pastinya butuh lampu untuk melihat perkembangan panggangan kita.
  2. Adanya kipas convection memang unik untuk oven listrik, karena biasanya ini ditemukan pada oven yang cenderung besar seperti built-in oven. Namun, perlu dipertimbangkan juga produk apa yang seringnya dibuat di rumah. Jika lebih condong ke kue kering, pastry, hingga roti sourdough yang memerlukan panas merata, maka ini cocok untukmu. Tapi untuk produk-produk lainnya yang diinginkan menjadi lembut, maka ini akan butuh penyesuaian lebih lanjut, tidak bisa serta merta mengikuti resep dengan oven biasa. [Chef Agung membahas tips dan trik menggunakan oven listrik disini].
  3. Pertimbangkan keperluan memanggang di rumah. Perlukah memiliki oven convection? Fitur tambahan seperti rotisserie dan upper griller, apakah memang perlu?

Tulisan berikutnya aku akan membahas oven apa yang jadinya aku beli dan ulasannya setelah pemakaian selama tiga bulan. Until then, happy baking! šŸ˜€

Warm regards,
Farah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s