Battle Oven Oxone: The Winner

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang tipe-tipe oven Oxone, sekarang saatnya aku membuat review atas oven(-oven) yang aku pilih. Kebetulan, aku membeli dua oven Oxone, yaitu OX-858BR dan OX-8818. Keduanya sama-sama oven 18 Liter, namun adanya fungsi tambahan pasti membuat bingung teman-teman yang sedang memilih oven. Yuk, satu per satu dibahas 🙂


Oxone OX-858BR
Ini dia oven yang cukup memorable untukku, karena dibeli dari hasil keuntungan penjualan roti di awal masa pandemi. Oven Cosmos tua milik ibuku mulai menunjukkan tanda kelelahan karena dipaksa kerja rodi untuk keperluan dagang, sehingga perlu pengganti yang kuat, tahan lama, serta memiliki garansi yang mumpuni. Saat itu, pertimbangan memilih OX-858BR dikarenakan oven ini membutuhkan daya listrik yang sedang-sedang saja (800 watt untuk api atas-bawah, 400 watt untuk salah satu saja) serta adanya fungsi rotisserie dan upper griller.

Untuk fungsi pemanggangan roti, OX-858BR bekerja dengan cukup baik. Bagian dalamnya cukup luas, mampu memuat loyang ukuran 28×28 cm. Empat elemen pemanasnya bekerja baik yakni on-off otomatis untuk penyesuaian suhu. Satu hal yang aku perhatikan, suhu internal 858BR ini lebih rendah dibanding suhu yang aku set pada pengatur di bagian luar. Misalnya, aku set suhu 200 derajat Celcius dan dibiarkan selama 45 menit. Namun, termometer dalam oven menunjukkan suhu yang lebih rendah daripada pengaturan, yakni 180-190 derajat Celcius padahal tidak ada loyang di dalam oven tersebut. Alhasil, setiap aku membuat roti harus menaikkan suhu sebesar 10 derajat Celcius dari resep yang diinginkan.

Sayang beribu sayang, aku cukup kecewa dengan fungsi rotisserie dan grill pada OX-858BR. Suatu ketika, aku ide lah mau buat ayam panggang alias roasted chicken. Mengikuti saran dari akun Youtube Oxone Official dan produsen oven lainnya, aku mencoba mengeksekusi satu ekor ayam yang beratnya lebih dari 1 kg. Mungkin karena ayam yang terlalu besar, berat, serta pembagian beban yang kurang merata, maka rotasi pada rotisserie ini menjadi tidak maksimal dan berbunyi berderit pada setiap putarannya. Sungguh nggak tega sama ovennya, apalagi sama ayamnya yang terlihat menderita bergelantungan.

Kuputuskan untuk mengubah resep menjadi ayam bakar aka grilled chicken dengan memotong ayam tersebut menjadi beberapa bagian, mengungkepnya, lalu bakar di atas upper griller oven Oxone. Ternyata, setelan oven pada suhu paling panas sekalipun tidak mampu untuk membakar bahkan sebatas membuat charred grill pada ayamku. Kulitnya kering saja pun tidak, padahal sudah kutinggalkan selama 45 menit. Failed, ini mah cuma bikin kotor oven doang hahahah. Saking tidak sabarnya, aku berakhir memanggang ayam dengan loyang Happycall dan berhasil luar biasa :’)


Oxone OX-8818
Berbekal dari pengalamanku yang memiliki OX-858BR dengan segala fiturnya yang ternyata tidak kupakai dan kubutuhkan, aku memilih oven keduaku dengan pertimbangan yang cukup matang. Dikarenakan aku hanya membutuhkan oven mungil dan bisa memanggang roti, maka tipe OX-8818 ini menjadi pilihan terbaik (menurutku lho ya). Walaupun bodinya terlihat mungil, namun oven dengan kapasitas 18 Liter OX-8818 ini mampu memuat loyang ukuran 23×23. Terlebih lagi, OX-8818 memiliki lampu di dalam oven serta suhu internal yang tidak meleset dari pengaturan.


Sekian hasil pengamatanku selama memakai kedua oven dari Oxone ini. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing yang patut dipertimbangkan sebelum teman-teman membelinya.

  1. Oven OX-858BR dengan berbagai fitur memang sangat menggoda. Namun, bagian atas oven yang dapat dicopot-pasang mungkin menjadi penyebab suhu internal oven tidak sesuai dengan pengaturan. Fitur upper-griller pun tidak berfungsi sesuai harapan, sehingga fitur yang mungkin dapat bekerja dengan baik hanyalah rotisserie.

    Bila teman-teman tetap ingin oven spesial dengan fitur rotisserie, mungkin bisa memilih oven yang bagian ‘tubuh’-nya tidak pasang copot seperti Oxone tipe BR. Contohnya oven OX-7725 Eco Series, OX-8830 Master Series, dan lainnya.

  2. Jika teman-teman hanya menggunakan oven untuk fitur utamanya yakni memanggang saja, maka pilihlah oven model konvensional yang nggak neko-neko. Misalnya OX-858 atau OX-8818 yang aku review disini.

Happy baking! 🙂

One thought on “Battle Oven Oxone: The Winner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s